
MASIH ADAKAH AIR MATA UNTUKKU
Kasihmu
tak terbantahkan lagi
Pengorbananmu
terbesar dalam hidupku
Keimananmu
penuntun bagiku
Kerja
kerasmu selama ini cukup untukku
Tidakkah
ku rela melihatmu menderita
Terluka
karena kelakuan burukku
Menjelma
sebagai malaikat
Menyampaikan
isyarat kehidupan dunia
Takut..
Kehilanganmu
tak pernah ku inginkan
Kau
terlalu berarti bagiku
Sedikit
pengabdianku dari ribuan ketulusan
Menggoreskan
lukisan sederhana
Ayah…
Terlalu
picik ku melawan
Tak
pantas untuk kau terima sikapku
Kau
terlalu sabar atas ceritaku
Keberadaanmu
akan terukir dalam kisahku
Ayah..
Masih
adakah air mata untukku?
Begitulah ungkapan perasaan seorang anak untuk ayahnya yang selama ini sudah memperjuangkan kehidupannya dengan penuh tanggung jawab. Untuk ayah,Tetap semangat dalam mencari nafkah dan bimbinglah kami agar bisa menjadi anak yang berguna. Semoga bermanfaat puisinya.
saya juga seorang ayah
ReplyDelete
Deletealhamdulillah udah berapa anaknya mas ? hehe
gimana rasanya jadi ayah,soalnya saya belum nikah jadi gak tau rasanya jadi ayah. :)