Minggu, 31 Januari 2016

PUISI LALAI

Setiap manusia tidak lepas akan Lalai dalam melakukan sesuatu,dalam pekerjaan setiap orang bisa saja lalai,dalam beribadah setiap orang bisa saja lalai. Namun sebagai manusia yang penuh dengan kata lalai,kita harus berusaha agar lalai tidak lagi menghampiri kita. Kali ini saya akan persembahkan Puisi Lalai untuk sobat semua. Happy Reading

Puisi Lalai


LALAI

Jari itu ku jentik berkali-kali

Nampak biru...sampai bilakah jari-jemari ini mau membisu?

            Kaki itu ku peluk

Berulang kali

Nampak kaku

Sampai bilakah kaki-kaki ini mau menyerah?

Hati itu ku ketuk

Kesekian kali

Nampak merah..

Sampai bilakah hati ini mau pasrah?

Akal itu kupetik

Berjuta kali

Namun tiada warna

Sampai bilakah akal ini mau berserah?

Jiwa ini ku pujuk

Setiap kali

Namun tiada cerah


Sampai bilakah jiwa ini mau bersyukurt?


Nah itulah Puisi Lalai yang bisa saya persembahkan untuk pembaca sekalian. Kata lalai harusnya dihindari dalam berbagai aktivitas, jujur saja jika orang tidak pernah lepas dari kata lalai, maka dari itu upayakan untuk selalu prepare dalam melakukan segala aktivitas.



2 komentar: